Senin, 28 Oktober 2013

Kisah Sukses Adam Khoo dari Siswa Terbodoh Menjadi Siswa Jenius

Ada sebuah kisah tentang seorang anak lelaki yang berasal dari Singapura, Adam Khoo namanya. Ketika masih SD, dia adalah seorang anak lelaki yang sangat malas. Kerjaan setiap harinya cuma main game dan nonton TV. Tak heran nilai-nilai mata pelajarannya pun selalu E (kurang). Hal ini menyebabkan Adam Khoo sangat membenci sekolahnya, benci belajar, dan membenci guru-gurunya. Pada waktu kelas 3 SD ia dikeluarkan dari sekolah dan pindah ke sekolah lain. Adam Khoo terlihat sangat tidak memperdulikan masa depan. Ketika masuk SMP pun ia ditolak oleh 6 sekolah dan akhirnya masuk ke sekolah yang terjelek. Siswa-siswanya pun bukan siswa pilihan terbaik. Dari sekian siswa yang kurang pandai, Adam Khoo termasuk siswa paling bodoh. Dari 160 siswa di sekolah itu, adam Khoo menduduki peringkat 10 terbawah. Orang tuanya terlihat panik dan memasukan Adam Khoo ke beberapa les belajar namun tidak membantu sama sekali. Nilai rata-rata mata pelajaran yang didapat adalah 40. Guru matematika yang pernah mengajarnya pun pernah berkata, "Kenapa di SMP kelas 1, Adam Khoo tidak bisa mengerjakan soal kelas 4 SD?”. Sungguh betapa bodohnya Adam Khoo ini.

Pada umur 13 tahun, Adam Khoo dikirim ke Super-Teen Program yang diajari oleh Ernest Wong, yang menggunakan teknologi Accelerated Learning, Neuro Linguistic Programming (NLP) dan Whole Brain Learning. Sejak saat itu keyakinan Adam Khoo berubah. Ia yakin bahwa dia bisa melakukan apa yang di pikirkannya. Gurunya di Super-Teen Program yaitu Ernest Wong berkata “Satu-satunya hal yang bisa menghalangi kita adalah keyakinan yang salah serta sikap yang negative.” Kata-kata itu sangat mempengaruhi pikiran Adam Khoo. Pada akhirnya ia tahu bahwa salah satu penyebab dia tidak bisa mengerjakan yang orang lain kerjakan adalah pikiran yang negatif. Adam Khoo kemudian bertekad berubah, kalau orang lain bisa, dia pun juga pasti bisa. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya Adam Khoo berani menentukan target-nya, yaitu mendapatkan nilai A semua. Dia menentukan goal jangka pendeknya, yaitu masuk Vitoria Junior College (SMA terbaik di Singapura), tujuan jangka panjangnya masuk National University of Singapore dan menjadi murid terbaik disana. Ketika kembali ke SMP Adam Khoo berani berkata kepada teman-teman di kelas bahwa dia akan masuk dan melanjutkan ke Victoria Junior College dan National University of Singapore. Semua orang menertawakannya, karena tidak pernah terjadi dalam sejarah bahwa lulusan SMP tersebut masuk Victoria Junior College dan National University of Singapore. Bukannya jadi loyo karena di tertawakan, Adam Khoo malah semakin tertantang untuk semakin bekerja dengan cerdas dan keras untuk mencapai impian dan mengubah sejarah.

Dalam waktu 3 bulan rata-rata nilainya naik menjadi 70. Dalam satu tahun, dari ranking terbawah dia menduduki ranking 18. dan ketika lulus SMP, dia menduduki ranking 1 dengan Nilai Ebtanas Murni A semua untuk 6 mata pelajaran yang diuji. Dia kemudian diterima di Victoria Junior College dan mendapatkan nilai A bulat untuk tiga mata pelajaran favoritnya. Akhirnya dia diterima di National University of Singapore (NUS) dan karena di universitas itu dia setiap tahun menjadi juara, akhirnya Adam Khoo dimasukkan ke NUS Talent Development Program. Program ini diberikan khusus kepada TOP 10 mahasiswa yang dianggap jenius.
4 kunci Sukses Adam Khoo

Seorang yang tadinya bodoh kini menjadi seorang yang jenius, bagaimana mungkin bisa? Semua itu bisa. Berikut adalah kunci sukses adam khoo yang dirangkum dalam 4 kunci sukses Adam Khoo: 
  1. Merubahan Mind Set Kesuksesan Adam Khoo pertama datang dari perubahan pola pikir yang salah menjadi pola pikir yang tepat (dari keyakinannya “Saya bodoh, lulus saja susah” menjadi “Kalau orang lain bisa mendapatkan A, saya juga bisa!”) 
  2. Tujuan yang Mantap Kunci suksesnya yang kedua adakah bahwa dia mempunyai tujuan yang mantap (“Nilai saya harus A semua, juara 1, masuk Victoria Junior College, masuk NUS dan menjadi terbaik disana”). 
  3. Komitment yang kuat Kunci suksesnya yang ketiga ialah bahwa dia mempunyai alasan yang sangat kuat. Dia bahkan mengucapkan public commitment di depan taman-teman, bicara di depan kelas dan ditertawakan. Akibatnya, kalau tidak dapat nilai A, dia akan malu luar biasa; sedangkan bila mendapat nilai A, dia akan bangga luar biasa. 
  4. Strategi Belajar yang Tepat Kunci suksenya yang keempat adalah bahwa dia mempunyai starategi yang tepat untuk belajar. Dia menggunakan teknik membaca cepat, cara mencatat menggunakan kedua belah otak, dan menggunakan kedua belah otak, dan menggunakan teknik super memori.

    Sumber: dari beberapa media
Baca Selengkapnya - Kisah Sukses Adam Khoo dari Siswa Terbodoh Menjadi Siswa Jenius

Sabtu, 26 Oktober 2013

Cerita Dibalik Kesuksesan Sang Motivator Besar Andrie Wongso

 
Siapa  Andrie wongso sebenarnya beliau adalah seorang motivator  asal indonesia yang lahir di malang,  6 desember 1945. Beliau sebagai motivator juga membuat buku, majalah, dan compact disc (CD). Enam bukunya sempat menjadi best seller. Majalah Luar Biasa buatannya dicetak hingga 30.000 eksemplar per bulan. 

Di jaringan tokonya, AW Success Shop,beliau juga menjual aneka pernik, seperti kaus dan bantal bertuliskan kata motivasi. Sekali diundang sebagai motivator, tarif Andrie bisa di atas Rp 50 juta..  Beliau juga telah menjadi pembicara di berbagai institusi, perusahaan, perguruan tinggi, bank, organisasi, asuransi, pemerintahan, BUMN, media cetak, media elektronik dan juga menjadi motivator atlet – altet nasional yang akan bertanding pada kejuaraan internasional.



Beliau merupakan sosok yang berjiwa besar, bijaksana dan tidak suka mengeluh. Beliau terlihat sangat enerjik dan awet muda. Padahal sekarang umurnya sudah lebih dari 66 tahun. Pemilik PT Harvindo Perkasa, pemegang merek Harvest, adalah Andrie Wongso. Beliau mengaku, di masa jayanya, produksi kartu Harvest bisa sampai 10 juta lembar semusim. 

Musim kartu ucapan adalah saat Lebaran, Natal, tahun baru, serta Valentine. Saat ini, bisnis kartu ucapan memang meredup, meski permintaan produk lain masih banyak. Di era 1990–2000, Harvest terkenal sebagai kartu ucapan yang berisi kata-kata mutiara. Belakangan, bisnis Harvest melebar ke produk tas, buku catatan kecil (memo), buku tulis, dan stiker.
Andrie wongso lahir dan dibesarkan di tengah keluarga yang sederhana. Ia harus bekerja membanting tulang untuk mencari sesuap nasi. Dia tidak bisa merasakan apa yang dirasakan oleh anak – anak seumurannya karena harus mencari uang. Beliau hanya bisa mengenyam pendidikan hingga SD saja, karena kedua orang tuanya tidak mampu untuk mebiayainya. 

Andrie wongso mengaku sangat sulit hidup dalam kemelaratan serta serba kekurangan. Walaupun andrie wongso tidak dapat merasakan pendidikan di bangku sekolah, tetapi dia mendapatkan pendidikan di alam nyata serta belajar langsung dari kehidupan yang penuh tantangan dan rintangan. Dia mengamati cara orang lain untuk sukses kemudian dia manifestasikan dalam kehidupannya.
Pekerjaan andrie wongso bisa dibilang serabutan. Dia tidak menekuni pekerjaan tertentu. Apapun pekerjaannya, selama dia mampu maka akan dia kerjakan dengan sepenuh hati dan dengan sungguh sungguh. Pekerjaan yang pernah dia kerjakan salah satunya adalah  penjaga toko dengan gaji  Rp 30.000 per bulan. 

Namun, justru keadaan serba kekurangan itu membuat andrie wongso merasa tertantang dan ingin segera membuktikan bahwa dia juga bisa sukses dan terbebas dari kemiskinan tersebut. Dia punya semangat yang tinggi untuk menjadi sukses. Andrie wongso selalu bekerja keras walau harus mengurangi waktu bersama dengan keluarganya. Ia tidak pernah begadang hanya karena ingin minum kopi, mengobrol dan bersenang – senang. Dia mengerti betul waktu tidur dan waktu bekerja.
Pesan yang sering kali diucapkan  Andrie wongso dalam memberi motivasi adalah  agar kita tidak percaya pada mitos – mitos yang menyebutkan bahwa orang yang berpendidikan rendah dan lahir dengan latar belakang kurang mampu pasti tidak berhasil. Ini telah dia buktikan pada kehidupan dia sendiri.
 
Sumber: http://usahabisnis2.blogspot.com

Baca Selengkapnya - Cerita Dibalik Kesuksesan Sang Motivator Besar Andrie Wongso