Siapa Andrie wongso sebenarnya beliau adalah seorang motivator asal indonesia yang lahir di malang, 6 desember 1945. Beliau sebagai
motivator juga membuat buku, majalah, dan compact disc (CD). Enam
bukunya sempat menjadi best seller. Majalah Luar Biasa buatannya dicetak
hingga 30.000 eksemplar per bulan.
Di jaringan tokonya, AW Success Shop,beliau juga menjual aneka pernik, seperti kaus dan bantal bertuliskan kata motivasi. Sekali diundang sebagai motivator, tarif Andrie bisa di atas Rp 50 juta.. Beliau juga telah menjadi pembicara di berbagai institusi, perusahaan, perguruan tinggi, bank, organisasi, asuransi, pemerintahan, BUMN, media cetak, media elektronik dan juga menjadi motivator atlet – altet nasional yang akan bertanding pada kejuaraan internasional.
Di jaringan tokonya, AW Success Shop,beliau juga menjual aneka pernik, seperti kaus dan bantal bertuliskan kata motivasi. Sekali diundang sebagai motivator, tarif Andrie bisa di atas Rp 50 juta.. Beliau juga telah menjadi pembicara di berbagai institusi, perusahaan, perguruan tinggi, bank, organisasi, asuransi, pemerintahan, BUMN, media cetak, media elektronik dan juga menjadi motivator atlet – altet nasional yang akan bertanding pada kejuaraan internasional.
Beliau merupakan sosok yang berjiwa besar, bijaksana dan tidak suka mengeluh. Beliau terlihat sangat enerjik dan awet muda. Padahal sekarang umurnya sudah lebih dari 66 tahun. Pemilik PT Harvindo Perkasa, pemegang merek Harvest, adalah Andrie Wongso. Beliau mengaku, di masa jayanya, produksi kartu Harvest bisa sampai 10 juta lembar semusim.
Musim kartu ucapan adalah saat Lebaran, Natal, tahun baru, serta Valentine. Saat ini, bisnis kartu ucapan memang meredup, meski permintaan produk lain masih banyak. Di era 1990–2000, Harvest terkenal sebagai kartu ucapan yang berisi kata-kata mutiara. Belakangan, bisnis Harvest melebar ke produk tas, buku catatan kecil (memo), buku tulis, dan stiker.
Musim kartu ucapan adalah saat Lebaran, Natal, tahun baru, serta Valentine. Saat ini, bisnis kartu ucapan memang meredup, meski permintaan produk lain masih banyak. Di era 1990–2000, Harvest terkenal sebagai kartu ucapan yang berisi kata-kata mutiara. Belakangan, bisnis Harvest melebar ke produk tas, buku catatan kecil (memo), buku tulis, dan stiker.
Andrie wongso lahir
dan dibesarkan di tengah keluarga yang sederhana. Ia harus bekerja
membanting tulang untuk mencari sesuap nasi. Dia tidak bisa merasakan
apa yang dirasakan oleh anak – anak seumurannya karena harus mencari
uang. Beliau hanya bisa mengenyam pendidikan hingga SD saja, karena kedua orang tuanya tidak mampu untuk mebiayainya.
Andrie wongso mengaku sangat sulit hidup dalam kemelaratan serta serba kekurangan. Walaupun andrie wongso tidak dapat merasakan pendidikan di bangku sekolah, tetapi dia mendapatkan pendidikan di alam nyata serta belajar langsung dari kehidupan yang penuh tantangan dan rintangan. Dia mengamati cara orang lain untuk sukses kemudian dia manifestasikan dalam kehidupannya.
Andrie wongso mengaku sangat sulit hidup dalam kemelaratan serta serba kekurangan. Walaupun andrie wongso tidak dapat merasakan pendidikan di bangku sekolah, tetapi dia mendapatkan pendidikan di alam nyata serta belajar langsung dari kehidupan yang penuh tantangan dan rintangan. Dia mengamati cara orang lain untuk sukses kemudian dia manifestasikan dalam kehidupannya.
Pekerjaan andrie wongso bisa
dibilang serabutan. Dia tidak menekuni pekerjaan tertentu. Apapun
pekerjaannya, selama dia mampu maka akan dia kerjakan dengan sepenuh
hati dan dengan sungguh sungguh. Pekerjaan yang pernah dia kerjakan
salah satunya adalah penjaga toko dengan gaji Rp 30.000 per bulan.
Namun, justru keadaan serba kekurangan itu membuat andrie wongso merasa tertantang dan ingin segera membuktikan bahwa dia juga bisa sukses dan terbebas dari kemiskinan tersebut. Dia punya semangat yang tinggi untuk menjadi sukses. Andrie wongso selalu bekerja keras walau harus mengurangi waktu bersama dengan keluarganya. Ia tidak pernah begadang hanya karena ingin minum kopi, mengobrol dan bersenang – senang. Dia mengerti betul waktu tidur dan waktu bekerja.
Namun, justru keadaan serba kekurangan itu membuat andrie wongso merasa tertantang dan ingin segera membuktikan bahwa dia juga bisa sukses dan terbebas dari kemiskinan tersebut. Dia punya semangat yang tinggi untuk menjadi sukses. Andrie wongso selalu bekerja keras walau harus mengurangi waktu bersama dengan keluarganya. Ia tidak pernah begadang hanya karena ingin minum kopi, mengobrol dan bersenang – senang. Dia mengerti betul waktu tidur dan waktu bekerja.
Pesan yang sering kali diucapkan Andrie wongso dalam memberi motivasi adalah agar
kita tidak percaya pada mitos – mitos yang menyebutkan bahwa orang yang
berpendidikan rendah dan lahir dengan latar belakang kurang mampu pasti
tidak berhasil. Ini telah dia buktikan pada kehidupan dia sendiri.
Sumber: http://usahabisnis2.blogspot.com






0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan Sobat berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam terima kasih.